2011-10-22

Simbol perjumlahan (+) dan pengurangan (-)

Dalam setiap kalkulator pasti terdapat simbol-simbol + (plus), - (minus), : (titik dua), x (kali) dan = (sama dengan). Tidak perduli kalkulator di sebuah Kecamatan kecil atau di Tokyo (Jepang adalah pusat penghasil kalkulator) atau di New York, semua kalkulator mempunyai keempat tanda di atas.

Kategori

Simbol matematika dipilah menjadi 3 jenis:

- Simbol-simbol untuk bilangan-bilangan, kuantitas-kuantitas, peubah-peubah (variabel) atau obyek-obyek. Masuk kategori ini adalah simbol pada fungsi-fungsi trigonometri, pangkat, akar, logaritma atau simbol untuk menandai peubah.

- Simbol-simbol operasi yang menggambarkan operasi terhadap bilangan. Masuk kategori ini adalah: penambahan, pengurangan, pembagian, perkalian, dan simbol-simbol dalam himpunan, faktorial, integral dan diferensial.

- Simbol-simbol hubungan yang menggambarkan sesuatu ditetapkan. Simbol sama dengan +) dan ketidaksamaan (< dan >), nisbah (ratio).

Sejarah

Simbol + sudah dipakai oleh bangsa Yunani, sedangkan simbol – (minus) pertama kali dipakai oleh Luca Pacioli di Italia pada awal abad 15 dan abad 16. Sebelumnya, Diophantus dari Alexandria menggunakan simbol  untuk operasi pengurangan sebelum disingkat dengan M atau m singkatan dari minus atau meno yang artinya menghilangan satu atau lebih huruf.

Kata plus tidak pernah digunakan sebelum abad 15, disinyalir kalah dulu oleh minus, dimana pertama kali muncul pada karya Fibonacci (1202). Tidak perlu diragukan kata et dalam bahasa Latin sudah muncul pada banyak manuskrip. Simbol + dan – muncul bersama-sama pada tahun 1456 yang terdpat pada manuskrip yang tidak diterbitkan karya Regiomontanus [1436 – 1476]. Di Inggris, Robert Recorde [1510 - 1558], pengarang buku matematika, menulis simbol + dan – dalam buku Ground of Artes. Namun semua itu baru mendapat pengakuan umum dan berlaku umum terhitung tahun 1630.




sumber : http://www.mate-mati-kaku.com/asalAsalan/Simbolperjumlahandanpengurangan.html


.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar